ANTI BULLYING

 Nama   : Reiner Satria Aru Palopa

 NPM     :  21430008

 PRODI  : Hubungan Internasional

ANTI BULLYING






Bullying merupakan tindakan yang dilakukan secara sadar dengan tujuan menyakiti dan melukai seseorang secara berulang ulang. Menurut Siswati dan Widayanti (2009) perilaku bullying merupakan salah satu bentuk dari perilaku agresi. Seperti ejekan, hinaan, dan ancaman seringkali merupakan sebagai suatu pancingan yang dapat mengarah ke agresi. Menurut Coloroso (Siswati & Widayanti, 2009) bullying akan selalu melibatkan adanya ketidakseimbangan kekuatan, niat untuk mencederai, ancaman agresi lebih lanjut, dan teror.

Olweus (1997) mengatakan bahwa bullying adalah perilaku negatif yang mengakibatkan seseorang dalam keadaan tidak nyaman atau terluka dan biasanya terjadi berulang ulang yang ditandai dengan adanya ketidakseimbangan kekuasaan antara perilaku dan korban. perilaku bullying ini tidak lepas dari yang namanya keinginan untuk berkuasa dan juga menjadi seseorang yang ditakuti di lingkungan sekolahnya.

Berdasarkan pengertian diatas, bullying merupakan salah satu bentuk perilaku agresi yang dilakukan secara sengaja dan berulang - ulang dengan tujuan mengejek, menghina serta melukai seseorang yang lebih lemah dari diri pelaku bullying guna mendapat suatu pengakuan dalam otoritas tertentu.

Ada beberapa aspek - aspek yang dapat menunjukkan adanya perilaku bullying. menurut Riauskina, dkk (Argiyati, 2010) mengelompokan perilaku bullying dalam lima bentuk yaitu :

A. Kontak fisik langsung 

Kontak fisik langsung antara lain seperti mencubit, memukul, menendang, mendorong, menjambak, mengunci seseorang dalam ruangan.

B. Kontak verbal langsung

Kontak verbal langsung dapat ditunjukan dengan mengancam, mencela, mengejek, menyebarkan gosip, merendahkan, serta memberi nama panggilan.

C. Perilaku non verbal langsung

Perilaku non verbal langsung dapat ditunjukan dengan melihat seseorang dengan sinis, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan.

D. Perilaku non verbal ttidak langsung

Perilaku non verbal langsung yang ditunjukan antara lain seperti sengaja mengabaikan atau mengucilkan teman, memanipulasi hubungan perhabatan sehingga menjadi retak.

E. Pelecehan seksual

Pelecehan seksual merupakan bentuk perilaku bullying dengan pelecahan yang dapat di kategorikan kedalam bentuk perilaku agresif fisik dan verbal.

Faktor - faktor yang dapat mempengaruhi perulaki  bullyingi menurut Yusuf dan Fahrudin(2012) yaitu :

1. Faktor individu

2. Faktor keluarga

3. Faktor teman sebaya

4. Faktor sekolah

5. Faktor media

6. Faktor kontrol diri

Cara mencegah tindakan bullying :

1. Tunjukan prestasi

2. Jalin pertemanan dengan banyak orang

3. Tumbuhjkan rasa percaya diri

4. tidak terpancing untuk melawan

5. Jadikan bullly - an sebagai penyemangat untuk sukses

6. Jangan menunjukan sikap takut atau sedih

7. Laporkan pada pihak yang berwenang

0 Komentar